Gallery

Nama Asli Rs Husada

July 09, 2020

Nama aslinya bukan Husada, tapi adalah Rumah Sakit “Jang Seng Ie”, yang merupakan satu sumbangan tak ternilai dari masyarakat kalangan Tionghoa terhadap orang-orang miskin di Jakarta. Entah kenapa, pada tahun 1965, Prof Dr Satrio sebagai Menteri Kesehatan, mengganti nama rumah sakit Jang Seng Ie menjadi R.S Husada.
Berdiri sejak tahun 1924, di bawah inisiatif dan pimpinan dari Dr Kwa Tjoan Sioe, Jang Seng Ie adalah wujud rasa kemanusiaan luar biasa dari kalangan masyarakat Tionghoa terhadap kondisi penanganan kesehatan masyarakat Betawi (Jakarta) yang amat buruk dari penjajah Belanda saat itu.
Bayangkan, puluhan ribu masyarakat dari berbagai kalangan, terutama penduduk Betawi, diobati secara cuma-cuma alias gratis di rumah sakit ini. Sulit kita bayangkan, sebagian besar dari para dokter dan perawatnya tidak mau menerima bayaran. Bahkan, mereka menanggung sendiri biaya transportasi dan keperluan lainnya.
Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan tindakan sosial luar biasa dari mereka itu. Kalangan dermawan dari orang Tionghoa juga menyumbangkan begitu banyak dana untuk membiayai keberlangsungan rumah sakit tersebut. Di antaranya yang dapat kita catat adalah:
1. Auw Boen Hauw 38.000 Gulden
2. Khouw Ke Hien 18.000 Gulden
3. Liem Gwan Kwie 22.000 Gulden
4. Thung Tjien Pok 10.000 Gulden
Luar biasa dan yang menariknya, saya juga menemukan keterangan dari iklan undangan pernikahan kalangan Tionghoa yang memberikan penjelasan, bahwa uang sumbangan (angpao) untuk mempelai akan disumbangkan kepada Rumah Sakit Jang Seng Ie. Luar biasa bukan?

Sang Pendiri

Dr. Kwa Tjoan Sioe (1893-1948) adalah pendiri R.S Jang Seng Ie. Dr Kwa lulusan Kedokteran dari Universiteit van Amsterdam dan Tropen Institute of Tropical Hygiene. Beliau menempuh pendidikan di Belanda dari tahun 1913 sampai 1921.
Tahun 1922, Dr Kwa sudah membuka praktek untuk menolong orang2 miskin, ibu hamil dan anak-anak. Tahun 1924, bersama tokoh-tokoh Tionghoa lainnya seperti Liem Tiang Djie, Tan Boen Sing, Injo Gan Kiong, Ang Jan Goan, Lie Him Lian, Tan Eng An dan Lie Tjwan Ing, mendirikan Jang Seng Ie.
Pada 19 Maret 1948, Dr Kwa meninggal terjatuh dalam keletihan akibat pengabdiannya yang begitu hebat kepada rakyat. Beliau meninggal dalam perjuangan untuk bangsanya, Indonesia!
Pasien biasanya bayar dokter, tapi dokter yang satu ini sebaliknya, lebih sering memberi uang kepada pasiennya yang susah. Kehebatan dan ketenaran dokter Kwa tidak hanya dikenal di Batavia, tapi juga ke daerah-daerah lainnya, seperti Serang dan Cirebon. Beliau mengobati pasien di mana pun berada, sejauh yang bisa dicapai. Tak jarang ia harus tidur dalam mobil.
Jika sebagian dokter menjauhi arena politik, tidak dengan beliau, kemampuannya menulis artikel di surat kabar dibarengi dengan keberaniannya mengecam praktek penjajahan Belanda.
Saya mendapatkan keterangan sangat berarti bagaimana orang yang sangat kaya, yaitu pemilik balsem Cap Macan, Auw Boen Hauw, harus merayu Dr Kwa Tjoan Sioe, sebagai pendiri R.S Jang Seng Ie (Husada) agar mau menerima sumbangan darinya. Dr Kwa, mulanya menolak, tapi akhirnya setuju.
Ketika Auw Boen Hauw memberikan pandangan, bahwa dengan menerima sumbangannya, maka Dr Kwa dapat membangun paviliun, agar orang kaya dapat datang dan mau berobat di rumahsakitnya. Lalu uang biaya pengobatan dari orang-orang kaya tersebut dapat dipakai untuk mengobati lebih banyak lagi orang-orang miskin. Keterangan ini merupakan informasi yang disampaikan langsung oleh Ibu Myra Sidharta, tokoh senior peneliti Peranakan Tionghoa di Indonesia. Diperkuat oleh keterangan dari buku karangan Prof Leo Suryadinata yang berjudul Prominent Indonesian Chinese.
Demikian ulasan singkat tentang sejarah RS.Husada dan pendirinya Dr. Kwa Tjoan Sioe. Tak Kenal Maka Tak Sayang!
Nama Asli Rs Husada Nama Asli Rs Husada Reviewed by JMG on July 09, 2020 Rating: 5

Merebut kembali Rp. 11 000 Triliun uang rakyat

July 05, 2020

Pada suatu sore di Hong Kong saya bertemu dengan banker dalam acara wine party. Yang mengundang kebetulan salah satu Law firm terkenal. “ Kamu tahu, kalau uang hasil korupsi atau kejahatan sudah masuk ke dalam system perbankan, sampai kapanpun tidak akan bisa dilacak. Walaupun sudah ada kerjasama antar negara anggota OECD dalam rangka transfaransi, namun tetap tidak mudah memaksa bank membuka kerahasiaan. Harus ada dasar hukum yang kuat untuk membukanya.” kata banker itu.
“ Mengapa ? Kata saya.

“ Pernah dengar hukum trustee regions “ kata teman yang juga lawyer financial. Saya mengerutkan kening. Berusaha menjawab tetapi tidak punya pengetahuan cukup.

“Wilayah trustee itu sebetulnya berdiri karena hukum Gereja , yang disebut Trusee Act. PBB mengakui bahwa hukum lebih tua tidak bisa dihapus oleh hukum baru kecuali dihapus oleh pemilik hukum itu sendiri. Dan hukum gereja adalah hukum tertua dari hukum modern. “

“ Mengapa hukum Trustee itu dibuat oleh Gereja? Tanya saya penasaran

“ Gini ceritanya. Sejarah wilayah trustee ini jauh lebih tua dari peradaban sekarang. Dulu waktu perang salip banyak para kesatria Eropa berperang ke Timur Tengah meninggalkan istri dan selir serta harta. Namun setelah mereka kembali dari perang, semua harta dan istrinya telah dijarah orang lain. Maklum mereka pergi berperang bukan dekat tapi jauh yang butuh tahunan berkelana. Jadi wajar setelah kembali semua yang di tinggalkan diambil orang. Mereka protes kepada Pemimpin Gereja. Karena mereka perang atas nama gereja tapi gereja tak bisa menjaga harta mereka. Karenanya dibuatlah UU trustee. Yang memungkinkan harta itu dijamin aman oleh gereja sampai 600 tahun. Dengan UU trustee itu memungkinkan harta dicatat oleh gereja dengan tingkat kerahasiaan tinggi. Karena rahasia maka harta itu tidak bisa dijadikan target pajak bagi negara. Gereja juga bertindak sebagai wali amanat atas harta warisan kepada ahli waris.”

“ Menarik ceritanya. Terus ..” kata saya penasaran.

“ Dalam perkembangan berikutnya , wilayah trustee ini menjadi tempat aman bagi orang menyimpan uang. Saat sekarang negara negara yang punya wilayah trustee adalah Jersey, Delaware, Puerto Rico di Amerika, Isle of Man di UK, Swiss, Benz. Sentosa di Singapore, Labuan di Malaysia. Ada juga di wilayah British teritory seperti Bermuda, British Virgn Islands dan Cayman Island, Nassau, Panama”

“ Apakah uang ada di wilayah trustee ? Tanya saya.

“Tidak.” kata banker. “ Phisiknya ada di mana saja tapi catatan kepemilikan berdasarkan hukum trustee yang bebas pajak. Karena sifatnya rahasia , orang gunakan perusahaan yang terdaftar di wilayah trustee untuk pemindahan rekening antar pemilik uang tanpa harus bayar pajak, tanpa harus tunduk dengan aturan cross border transfer yang ditetapkan oleh BIS. Makanya skema penyimpanan harta di wilayah trustee membuat orang kaya super kaya yang malas berbagi menjadi sangat menarik. Mereka sebut wilayah trustee adalah sorga.”
[https://arikelbagusekali.blogspot.com/2020/07/merebut-kembali-rp-11-000-triliun-uang.html]

“ Tetapi, kan ada kesepakatan mengenai the Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes in the area of the automatic exchange of information, terbukaan rekening offshore. Apakah itu tidak cukup untuk menelusurinya ? Kata saya.


“ Mereka sudah lebih dulu mengantisipasinya. Seperti terbongkarnya kasus Panama paper. Ternyata hanya membuktikan nama orang atau lembaga yang tercatat pemilik perusahaan dan rekening offshore tapi tidak ada bukti apapun mereka sebagai pemilik dana apalagi mencantumkan nilai uang yang ada. Apanya mau dikejar ? Mau kepengadilan ? Tidak pernah pemerintah menang dalam sengketa dana offshore. apalagi soal pajak dan uang hasil korupsi.” Kata banker.


“ Tetapi banyak juga pelacakan uang haram itu berhasil dan bisa mengembalikan uang negara yang mereka larikan dan sembunyikan.  Contoh Barclays bank harus membuka data rekening  putra diktator Guinea, negara yang kaya minyak. Juga Bank di Inggris dan Hong kong membuka data rekening Putra Presiden Republik Kongo, negara Afrika yang kaya minyak. Citibank juga membuka data rekening Perwira Militer Charles Taylor di liberia yang menjarah uang hasil penebangan kayu. HSBC dan Banco Santander  berusaha keras berlindung di balik undang-undang kerahasiaan bank di Luxembourg dan Spanyol tetapi tidak berdaya ketika ada bukti penyimpana uang haram dan bukti itu disahkan oleh pengadilan. Deutsche Bank membantu mendiang presiden Niyazov dari Turkmenistan, yang menjarah miliaran dollar. Akhirnya terbongkar dan bisa dikuasai negara. Lusinan bank Inggris, Eropa dan Cina telah  membuka data rekening penguasa Sonangol yang korup. Uang itu bisa dikembalikan ke negara. “


“ Apa kuncinya sehingga bisa memaksa bank membuka kerahasiaan rekening orang yang dicurigai melarikan uang haram itu ? tanya saya.


“ Pertama, dapatkan bukti awal yang kuat. Dengan bukti itu upaya hukum bisa dilakukan. Kedua, pastikan ada kerjasama hukum seperti Perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dengan negara yang berada di wilayah trustee. Ketiga, pastikan Perjanjian itu diratifikasi oleh Parlemen. “Kata laywer


“ Kalau tiga hal itu sudah ada, apakah dapat dipastikan uang haram itu bisa ditelusuri.  Mengingat kejahatan itu sudah berlangsung tahunan bahkan puluhan tahun. Tentu sudah terstruktur yang rumit dalam bentuk beragam asset “ Kata saya.


“ Bisa saja. Kamu kan tahu, hukum dimana saja sama. Setiap penempatan asset dalam bentuk apapun, kan ada akad, ada perjanjian. Satu terbongkar, otomatis itu akan seperti teori domino. Yang lain akan terbongkar dengan sendirinya.  Dan ingat , uang koruptor sangat mudah terlacak. Karena mereka tidak cukup smart menjaga kerahasiaan. Biasanya dan selalu berulang terjadi, yang membongkar itu bukan orang lain atau orang jauh, tetapi orang terdekat dia. Bisa teman, bisa menantu, kadang bisa juga anaknya sendiri. Karena diantara mereka pasti ada intrik merebut harta itu. Salah satu engga kebagian, ya mereka ngomong kepada aparat, bahkan ada yang bersedia kerjasama dengan aparat membogkar rekening haram itu “ kata lawyer.


Pembicaraan itu sangat menarik. Saya ingin melanjutkan pembicaraan itu. Namun sahabat saya, Esther tidak bisa terlalu lama di wine party itu. Dia agak mabuk. Sementara besok dia harus masuk kantor.

Tahun 2016 saya dapat kabar dari teman di Jakarta. " Jokowi sudah dapat data semua rekening mereka yang dicurigai terlibat dalam pencucian uang. " Katanya.
" Bagaimana bisa tahu data itu valid ?" tanya saya.
" Tax Amnesty adalah test the water untuk membuktikan data itu. Walau jumlah recovery asset yang bisa didapat hanya 600 Triliun rupiah, namun data itu terbukti benar. Tetapi jalan untuk merebut harta koruptor yang ada diluar negeri tidak mudah. Walau pemeritah sudah punya bukti awal, itu harus didukung oleh adanya kerjasama dengan negara yang dicurigai tempat pencucian uang itu. Dan adanya UU dari DPR yang memberikan hak kepada pemerintah untuk memburu harta itu." Katanya.


" Memaksa negara lain mau membantu juga tidak mudah. Maklum sebagian besar negara yang punya wilayah trustee itu juga dapat fee dari adanya uang haram itu. Namun upaya memaksa ini berhasil setelah ada kesepakatan dalam G20 tentang keharusan semua negara mau membuka data sesuai kuridor OECD. Itu tahun 2016. " Kata saya.

Walau sudah ada kesepakatan OECD, namun upaya kerjasama hukum dengan negara lain tidak otomatis bisa dilakukan. Butuh berkali kali perundingan sampai ada kesepakatan. Contoh, Perjanjian MLA dengan Swiss ditandatangani setelah melalui dua kali putaran perundingan, di Bali pada tahun 2015 dan di Bern, Swiss, pada tahun 2017. Mutual Legal Assistance Treaty antara Indonesia dan SWISS baru ditandatangani tahun 2019.


Atas dasar itu Pemerintah mengajukan RUU MLA Indonesia Swiss, agar menjadi UU. Tanggal 3 juli 2020 DPR mengesahkan RUU MLA itu dibahas pada pembicaraan Tingkat II dalam Rapat Paripurna DPR RI. Kalau RUU itu sah menjadi UU dan masuk lembaran negara, maka Perjanjian MLA lainnya yang telah ditandatangani oleh Pemerintah RI (Asean, Australia, Hong Kong, RRC, Korsel, India, Vietnam, UEA, dan Iran), bisa punya landasan hukum kuat. Bahwa upaya pemerintah menguasai rekening atau asset yang dicuri hasil korupsi itu bukan atas nama pemerintah tetapi atas nama rakyat atau UU. Karena itu uang rakyat. Harus kembali kepada rakyat.!


Setidaknya perjuangan panjang merebut kembali uang rakyat yang dijarah dan dilarikan keluar negeri itu, sudah mendekati final. Itu sebabnya konstelasi politik memanas. Di era SBY politk adem karena memang tidak ada upaya untuk menarik dana haram pulang   kampung. Tetapi di era Jokowi, dia memilih resiko politik demi keadilan, untuk rakyat tentunya.


https://erizeli.aboutbusiness.info/2020/07/merebut-rp-11000-triliun-uang-rakyat.html?m=1

Merebut kembali Rp. 11 000 Triliun uang rakyat Merebut kembali Rp. 11 000 Triliun uang rakyat Reviewed by JMG on July 05, 2020 Rating: 5

Phoa Keng Hek. Sosok Yang Terlupakan.

October 22, 2019


Pahlawan Besar Bangsa Indonesia Dari Etnis Tionghoa, Phoa Keng Hek.
Sosok Yang Terlupakan.

Nama2 besar pahlawan bangsa seperti Ki Hajar Dewantara, R.A Kartini, Rahmah El Yunusiah, Dewi Sartika, KH Hasyim Asy'ari, KH Ahmad Dahlan dll seringkali kita mendengar nama dan kiprahya disebut. Namun,

"Adakah yang pernah mendengar nama : Phoa Keng Hek?"

Nama ini nyaris dilupakan oleh bangsa Indonesia, bahkan oleh kalangan etnis Tionghoa sendiri, padahal beliau adalah perintis pendidikan modern pertama di Indonesia, yaitu sekolah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) pada tahun 1901, jauh lebih awal dari sekolah Muhammadiyah, NU maupun Taman Siswa.

Sekolah THHK menyebar hampir keseluruh pelosok Indonesia, jumlahnya mencapai sekitar 130an sekolah.

Phoa Keng Hek, sangat dihormati oleh kalangan etnis Tionghoa dan etnis lainnya, termasuk oleh pihak kolonial Belanda.

Phoa termasuk orang yang berjasa besar dalam mendirikan ITB, bersama 2 tokoh lainnya dari kalangan Tionghoa yakni H.H Kan dan Nio Hoey Oen, mereka berjasa besar dalam mengumpulkan uang sebesar 500 ribu gulden, guna menyiapkan segala kebutuhan berdirinya ITB Satu hal yang tak sanggup dilakukan oleh penjajah Belanda kala itu.

Lahir di Bogor tahun 1857, beliau adalah anak dari seorang kaya bernama Phoa Tjong Tjay, yang juga pemimpin kalangan Tionghoa (Letnan) di Jatinegara, Batavia.

Kekayaannya selain digunakan untuk mengembangkan dunia pendidikan juga untuk hal sosial lainnya.


Diantara tindakannya yang sangat fenomenal adalah meminta pemerintah Belanda untuk menutup tempat perjudian/kasino, karena Phoa prihatin betapa membahayakannya tempat perjudian bagi masyarakat luas. Banyak orang miskin yang memerlukan uang, menjadikan perjudian sebagai cara cepat untuk menyelesaikan masalah, tapi hal tersebut justru semakin  menyengsarakan.

Yang tak masuk akal adalah Phoa bersedia mengganti uang ke kas pemerintah belanda akibat ditutupnya kasino tersebut. Bayangkan berapa banyak uang yang harus disetor atau dibayarkan oleh Phoa Keng Hek tersebut. Orang ini memang sosok langka, jabatan pemimpin Tionghoa (Kapiten) juga ditolaknya. Padahal jabatan itu diperebutkan bahkan diimpikan oleh orang2 lainnya. Salut!

Pengorbanan tersebut adalah catatan sejarah yang harus ditulis dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia, tidak mudah menemukan orang kaya dengan perilaku seperti itu.

Beliau adalah satu tokoh pemimpin besar bangsa Indonesia, seorang yang sanggup memimpin bukan karena jabatan dan kursinya, tapi karena tindakan dan budi pekertinya.

Mari kita kabarkan!
Kita Sebangsa, Setanah Air dan Setara
Merdeka!
#azmiabubakar
#museumpustakaperanakantionghoa
Sumber:
1. Riwajat 40 Taon THHK Batavia
2. Memoar Ang Yan Goan

Koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.               https://id.m.wikipedia.org/wiki/Phoa_Keng_Hek
Phoa Keng Hek. Sosok Yang Terlupakan. Phoa Keng Hek.  Sosok Yang Terlupakan. Reviewed by JMG on October 22, 2019 Rating: 5

Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker

August 12, 2019
Pare berwajah "KANKER"
Tolong sebar luaskan.
 RS pusat angkatan darat (RSPAD Gatot Soebroto )Jakarta.
 menegaskan bila setiap orang yg mendapatkan info ini  kemudian membagikan ke 10 orang lainnya,di pastikan sedikitnya ada satu nyawa yg akan terselamatkan..saya sudah melakukan , Mohon anda juga membantu melakukan bagian anda.Tks!

Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker

Pare dapat membunuh sel kanker!
Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas,tuang air panas, air akan menjadi alkalin(basa),minum setiap hari,terhadap siapapun akan bermanfaat.

Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.

Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor.sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.

Menggunakan pare dalam mengobati kanker,hanya akan mematikan sel sel jahat tumor,dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.

Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare,dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi,melancarkan peredaran darah,mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam(deep vein thrombosis).

Setelah selesai membaca ini,sebar luaskan! Harus jaga dgn baik kesehatan masing masing.mensana in coporesano...🤲
Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kangker Reviewed by JMG on August 12, 2019 Rating: 5

Romo Yans Sulo: Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi

January 24, 2019

Romo Yans Sulo:
Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi
=Remah-remah dari 'cielito lindo' (surga kecil) Makale=
(Jokowidodo, manusia langka yang dilahirkan di Asia)

Para sahabat, Anda jangan memberiku predikat "kampanye" ketika aku menyorot nama presiden Republik Indonesia (Jokowidodo), Karena mamang aku sedang tidak untuk kampanye. Tetapi aku hanya ingin belajar daripadanya bagaimana hidup bersama. Bukan belajar membangun puluhan ribu kilo meter jalan raya dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar membangun bandara dan sumber energy. Bukan belajar bagaimana menjadikan bangsa ini pemilik tambang emas di Papua yang berpuluh-puluh tahun dibungkus oleh bangsa asing dengan nama tambang "tembaga". Bukan belajar bagaimana menyamakan harga bensin yang sama dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar bagaimana membangun rel kereta api dan atau membangun bendungan dan pasar tradisional yang membantu rakyat negeri ini merai kesejahteraannya.
Aku hanya ingin berguru kebajikan daripadanya. Iya, berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang manusia langka yang terlahir di negeri ini.
Aku ingin belajar melihat manusia sebagai mahluk yang luhur dan mulia.
Aku ingin belajar memberikan hak kepada yang memiliki hak dan belajar menuntut kewajiban bagi mereka yang memiliki kewajiban.
Aku ingin belajar bagaimana keluar dari zona aman, dengan menjadikan diri sebagai rahmat bagi sesama.
Belajar menahan godaan nafsu kekayaan di tengah zaman keserakahan.
Belajar ugahari di tengah negeri yang berlimpah susu dan madunya.
Serta aku ingin belajar bagaimana menjadi manusia yang beriman, jujur, bersih, rendah hati, dan kesatria, sebagaimana yang diajarkan oleh leluhur kami manusia Toraja sendiri: "Lobo'ko ammu kasalle, manarangko ammu kinaya, bidako ammu barani. Langngan-langngan oi sangbara'mu membulean pole' oko. Ammu tang disirantean, tenko to pasareongan".

Jokowi, sebuah nama yang lagi menjadi perbincangan seantero dunia. Nama yang seolah-olah mengakar dalam kedamaian di hati rakyat negeri ini. Nama yang tidak angker dan sekeramat nama-nama para penguasa yang lain di muka bumi, namun karya-karyanya mewarnai seluruh sudut nusantara. Namun aku tidak ingin berguru soal nama, pun pula tidak soal karya-karyanya. Tetapi aku ingin berguru daripadanya soal kebajikan dan kebijaksanaannya.
Ia dicacimaki namun tidak merasa sakit.
Dihina namun tidak merasa hina dan marah.  Difitnah namun tetap tersenyum.
Direndahkan namun semakin bersinar bagaikan bintang kejora.
Di"kafir"kan namun semakin beriman.
Dibenci namun semakin dicintai.

Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dalam hati aku bertanya, mahaguru seperti apakah yang telah mendidiknya bisa "hadir" seolah-olah seorang nabi.
Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dan sekali lagi dalam hati bertanya,  rahim seperti apakah yang telah mengandungnya sehingga dia bisa "lahir" bagaikan manusia ajaib, yang sanggup membalas cacian dengan pujian, membalas hinaan dengan doa sucinya, membalas fitnahan dengan canda tawanya.
Sungguh,  aku sungguh-sungguh kagum kepada pribadinya yang agung dalam kesederhanaan. Dia yang tidak larut dalam pujian ketika disanjung, dan tetap tegar penuh semangat bekerja ketika direndahkan. Kagum kepadanya bagaimana ia memilah dan memilih para menterinya yang sungguh-sungguh memiliki hati untuk bangsa ini, dan tidak segan-segan memecat para pecundang bangsanya saat mulai menunjukkan tanda-tanda tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Aku lalu berpikir, mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang sungguh selesai dengan persoalan dirinya, yang tidak lagi berfikir tentang dirinya ketika orang justru ramai-ramai mendiskreditkannya?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang tidak sibuk dengan pujian dan hinaan karena di benaknya hanya ada pengabdian diri yang total?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia bijak nan arif yang tidak pusing dengan segala label negatif yang dituduhkan atasnya?
Aku pun lalu berfikir, apakah orang-orang yang menghina dan membenci orang bersih yang setulus dan sesuci dia ini tidak akan terlempar ke tubir lembah kekwalatan dan kedurhakaan seperti "keyakinan kuno"  agama-agama suku di negeri ini sebelum agama-agama dari luar sana hadir di nusantara?

"Tuan presiden" (izinkan aku menyapa bapak dengan sapaan "tuan presiden"), tolong ajarkan kepadaku rahasia di balik "keunikan" pribadimu yang penuh misteri itu.
Ajarkanlah kepadaku rahasia tersenyum penuh keramahan ketika difitnah dan dihina. Ajarkanlah rahasia mendoakan ketika dicacimaki.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mengampuni ketika disakiti.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mencintai ketika dibenci.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memuji ketika dicela.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri.
Ajarkanlah kepadaku mencipta hati dan budi yang suci walau diteriaki peka-i.
Ajarkanlah k epadaku bagaimana b erdoa siang dan malam untuk bangsa ini dan bagi mereka yang hendak menjadikannya negeri sapi perahan.
Ajarkanlah kepadaku untuk mengambil rupa rakyat biasa ketika jabatan penting berada di pundakku. Karena engkau yang walaupun orang nomor satu di negeri ini rela mengambil rupa dan hidup seperti kami rakyatmu. Duduk, makan,  dan tidur di bawah tenda darurat. Engkau sungguh-sungguh berhati mulia dalam kesahajaanmu. Engkau yang yang tidak pernah memikirkan kejahatan dan kehancuran bangsa ini sedetikpun dalam hidupmu.

Akupun ingin memiliki cinta yang membara untuk bangsa ini seperti cinta yang tuan presiden berikan untuk negeri ini.
Akupun ingin bekerja untuk anak-anak bangsa dalam tugasku yang penuh cinta kasih seperti tuan presiden bekerja dalam tugasmu yang penuh cinta kasih.
Akupun ingin tersenyum tanpa dendam kepada orang-orang yang mencacimaki diriku seperti tuan presiden tersenyum tanpa dendam kepada mereka yang membencimu.
Akupun ingin membawa dalam doa suciku nama-nama mereka yang membenciku di hadirat Allah yang mahabesar seperti tuan presiden menyebut nama-nama mereka yang tidak mengakui karya-karyamu.
Akupun ingin memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.
Akupun ingin hidup untuk memberi dan bukan untuk diberi seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.

Tuan presiden, Bapak Jokowidodo, izinkan aku belajar kebajikan dan kebijaksanaan darimu walau sudah pasti engkau akan keberatan kusebut sebagai orang bijaksan nan arif.
Tetaplah memancarkan pesona kebajikan dan kebijaksanaanmu bagi negeri ini dan bagi dunia.
Biarkanlah doa-doa sucimu dan doa-doa rakyatmu yang setia menfuatkanmu selalu untuk tetap tersenyum bagi kaum sebangsamu sendiri yang mencacimu,  menghinamu,  menfitnahmu, dan merendahkanmu.
Biarkanlah kesahajaan dan kesederhanaanmu memancar dalam keagungan bangsa ini.
Biarkanlah kerendahan hatimu menyejukkan hati yang beku karena keserakahan harta dan kuasa.
Biarkanlah cinta abadimu untuk negeri ini terukir indah dalam karya-karyamu dari Sabang sampai Merauke.
Dan biarkanlah aku tetap berguru kebajikan dan kebijaksanaanmu, Karena engkau sungguh-sungguh seorang manusia yang penuh kebajikan dan kebijaksanaan titisan nusantara jaya. Bapak Jokowidodo, terima kasih telah "hadir" bagiku sebagai sosok teladan dalam kebijaksanaan dan guru dalam kehidupan bersama. Semoga umurmu panjang dan sehat selalu. Doaku menyertaimu selalu wahai presiden kami dan guru shopie-ku. *


Makale - Tana Toraja,  Medio Sept' 2018
R. D. Yans Sulo Paganna'.
(Penulis: Toraya Tondokku Nusantara Negeriku)
Romo Yans Sulo: Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi Romo Yans Sulo: Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi Reviewed by JMG on January 24, 2019 Rating: 5

Menjadi Manusia Modern

January 01, 2019

Manusia modern sering diartikan sebagai manusia yang mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam menjalani kehidupannya, tidak lagi tergantung pada alam. Manusia modern diartikan juga secara fisik yaitu dimana manusia sudah mampu menghasilkan secara massal produk-produk untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, tidak hanya mengambil hasil dari alam.

Pengertian yang paling jelas diungkapkan oleh Alex Inkeles dalam “Becoming Modern: Individual Change in Six Developing Countries” (Harvard University Press;  1974), pengertian  manusia modern adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam menjaga kelangsungan hidupnya.
Alex Inkeles adalah seorang  psikolog sosial Amerika dan Guru Besar dari Harvard University yang lahir pada  4 Maret 1920 di Brooklyn, New York dan meninggal 9 Juli 2010.

Ciri-ciri Manusia Modern

Sebagai manusia modern, seseorang harus memenuhi ciri-ciri yang berkaitan dengan semangat, cara merasa, cara berpikir, dan cara bertindak yang modern.
Beberapa ciri-ciri manusia modern menurut Alex Inkeles adalah:
  • Terbuka yaitu memiliki kesediaan untuk menerima pengalaman baru dan terbuka bagi pembaharuan dan perubahan.
  • Memiliki kesanggupan untuk membentuk atau mempunyai pendapat mengenai sejumlah persoalan dan hal-hal yang timbul di sekitarnya, ingin tahu tentang dunia, tidak menutup diri terhadap urusannya sendiri atau masalah-masalah komunitasnya sendiri,  toleran terhadap pluralisme, tidak lari dari hal lain.
  • Berorientasi waktu kekinian dan masa depan, bukannya masa lampau.
  • Memiliki keyakinan bahwa seseorang dapat mengendalikan lingkungan dan yakin bahwa orang dapat belajar untuk menguasai alam dalam batas tertentu, bukan dikuasai seluruhnya oleh alam.
  • Sadar akan harga diri orang lain dan bersedia menghargainya sesuai Nilai Hidup Manusia.
  • Memiliki perhatian pada pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan, percaya pada penjelasan rasional.
Ciri-ciri yang diungkapkan oleh Alex Inkeles adalah perwujudan manusia tersebut di tengah perkembangan dunia saat ini yang sarat dengan conflict of interest, perubahan teknologi yang cepat, demokratisasi, hak asasi manusia, dan semakin terbatasnya sumber daya alam.
Manusia modern mampu menghadapi tantangan dan memecahkan masalah yang muncul dalam menjalankan peran dan fungsinya. Untuk itu harus memiliki semangat, cara merasa, cara berpikir, dan cara bertindak yang modern. Sikap siap menerima pembaharuan dan perubahan, berorientasi waktu kekinian dan masa depan, dan keyakinan harus belajar untuk menguasai kompetensinya merupakan karakteristik yang harus melekat pada diri manusia modern. Baca Sikap Optimis dan Pesimis.
Tidaklah mengherankan jika saat ini tuntutan terhadap kompetensi manusia modern semakin tinggi, Lebih dari pada itu, bukan hanya sekadar kompetensi, namun semangat kerja, cara pandang, cara merasa dan cara bertindak manusia modern harus dibangun secara baik agar mampu menghadapi tantangan dan hambatan yang dihadapi organisasi dalam menjalani dinamika perubahan zaman.
===========

Sepucuk surat dari Jack Ma kepada putranya yang begitu menggugah banyak orang


马云写给儿子的一封信,感动无数人!
Sepucuk surat dari Jack Ma kepada putranya yang begitu menggugah banyak orang!

我儿:写这个备忘录给你,基于三个原则:
Anakku :  kutulis catatan pendek ini berdasarkan 3 prinsip:

一、人生福祸无常,谁也不知可以活多久,有些事情还是早一点说好。
1. Keberuntungan dan bencana dalam hidup ini tidak ada yang abadi, tidak seorangpun tahu mampu hidup berapa lama, ada sebagian hal sebaiknya dibicarakan sejak awal.

二、我是你的父亲,我不跟你说,沒有人会跟你说。
2. Aku adalah ayahmu, jika saya tidak mengatakannya padamu, maka tdk akan ada yg mengatakannya padamu.

三、这个备忘录记载的,都是我经过惨痛失败得来的体验,可以为你的成长省回不少冤枉路。
3. Catatan kecil ini menuliskan pengalaman yang kudapatkan melalui sakit dan kegagalan, bisa menghindari jalan berputar dalam perjalanan pertumbuhan hidupmu.

以下,便是你在人生中要好好记住的事:
Di bawah ini adalah hal-hal yang harus kau ingat baik-baik dalam hidupmu :
01. 对你不好的人,你不要太介意。在你一生中,没有人有义务要对你好,除了我和你妈妈。对你好的人,你一定要珍惜、感恩。
01. Janganlah terlalu memperdulikan orang yang tidak baik terhadapmu. Di seumur hidupmu, tidak ada seorangpun berkewajiban baik terhadapmu, terkecuali ayah ibumu. Terhadap orang yang baik kepadamu, haruslah senantiasa bersyukur dan menghargai.

02. 没有人是不可代替的,没有东西是必须拥有的。看透了这一点,将来就算你失去了世间最爱的一切时,也应该明白,这并不是什么大不了的事。
02.Tidak ada orang yang tak tergantikan, tak ada benda yang wajib dimiliki. Ketika mengerti hal ini, kelak seandainya kau kehilangan semua yang berarti dan kau cintai, kau akan tetap akan memahami, ini semua bukanlah perkara besar.

03. 生命是短暂的,今天或许还在浪费着生命,明天就会发觉生命已远离你。因此,愈早珍惜生命,你享受生命的日子也会愈多。与其盼望长寿,倒不如早点享受。
03.Kehidupan ini begitu sementara, hari ini mungkin kita masih menyia-nyiakam kehidupan, esok hari barulah menyadari kehidupan telah jauh meninggalkan kita. Karena itu, hargai kehidupan sedini mungkin, hari-harimu menikmati kehidupanpun akan semakin banyak. Daripada mengharapkan umur panjang, lebih baik lebih dulu menikmatinya.

04. 爱情只是一种感觉,而这感觉会随时间、心境而改变。如果你所谓的最爱离开你,请你耐心地等待一下,让时间慢慢冲洗,让心灵慢慢沉淀,你的苦就会慢慢淡化。不要过分憧憬爱情的美,不要过分夸大失恋的悲。
04.Cinta kasih hanyalah sebuah perasaan, dan perasaan ini akan berubah mengikuti waktu dan keadaan. Jika seseorang yang begitu kau cintai meninggalkanmu, bersabarlah menunggu sebentar, biarkan waktu perlahan membersihkannya, biarkan perlahan mengendap, rasa pahitnyapun akan perlahan2 menjadi hambar. Janganlah berlebihan mengharpkan keindahan cinta, janganlah juga berlebihan larut dalam sedih patah hati.

05. 虽然很多有成就的人没有受过太多的教育,但并不等于不用功读书,也可以成功。你学到的知识,就是你拥有的武器。人可以白手起家,但不可以手无寸铁,紧记!
05.Meskipun banyak orang sukses yang tidak mendapatkan terlalu banyak pendidikan, bukan berarti tidak giat belajarpun bisa berhasil. Pengetahuan yang kau dapatkan adalah senjata yang kau miliki. Kita boleh membangun semua dari nol, tapi tidak dengan tangan kosong. Ingatlah baik-baik!

06. 我不会要求你供养我下半辈子,同样的我也不会供养你的下半辈子。当你长大到可以独立的时候,我的责任已经完结。今后无论你坐巴士还是奔驰,吃鱼翅还是粉丝,都要自己负责。
06.Aku tidak akan memintamu mengurus masa tuaku, sama halnya denganku yang tidak akan mengurus masa tuamu. Ketika kau dewasa dan mandiri kelak, kewajibanku selesai. Selanjutnya apakah kamu naik kendaraan umum atau mercedez benz, menyantap sirip ikan atau bihun, semuanya harus kau pertanggung jawabkan sendiri.

07. 你可以要求自己守信,但无法要求别人也守信;你可以要求自己对他人好,但不能期待人家也对你好;你怎样待人,并不代表人家就会怎样待你,如果你看不透这一点,只会给你增添不必要的烦恼。
07.Kamu boleh menuntut dirimu untuk menjaga kepercayaan, tapi tidak dapat menuntut orang lain melakukan hal yang sama; kamu boleh menuntut dirimu berbuat baik kepada orang lain, namun jangan mengharapkan orang lain baik terhadapmu; bagaimana kamu memperlakukan orang lain, bukanlah berarti mereka akan memperlakukanmu sama, jika kamu tidak memahami ini, hanya akan menambah beban yang tak perlu dalam hidupmu.

08. 我买了26年的彩票,连三等奖也没有中过,这就证明人要发达,还是要努力工作才可以,世界上并没有免费的午餐。
08.Aku membeli lotre selama 26 tahun, bahkan hadiah ke-3pun tak pernah aku dapatkan, membuktikan kemakmuran hanya dapat dihasilkan dari giatnya bekerja, tidak ada kekayaan yang turun dari langit.

09. 亲人只有一次的缘份,无论这辈子我和你会相处多久,你一定要珍惜共聚的时光,下辈子,无论我们爱与不爱,都不会再相见。
09.Keluarga hanyalah ikatan jodoh satu kali, berapa lamapun aku dan kamu akan bersama, kamu tetap harus menghargai setiap waktu kebersamaan, di kehidupan selanjutnya, apakah kita saling mencintai maupun tidak, tetap tidak akan berjumpa lagi.

Menjadi Manusia Modern Menjadi Manusia Modern Reviewed by JMG on January 01, 2019 Rating: 5

Pengertian Ego, Egois, Egoisme, Egoistis dan Egosentris

January 01, 2019
Manusia, seringkali membangun perlindungan dalam kecongkakan yang dipicu ego. Mereka mengira ego itu kekuatan. Ego, pada kenyataannya, hanyalah kelemahan buat menyelubungi perasaan rendah diri. Mereka merasa dibutuhkan, dihormati, dicintai, dan diharapkan.
Pengertian Ego
Apa sih yang dimaksud dengan ego? Pengertian ego adalah persepsi dan konsepsi individu tentang kepribadian dan harga diri sendiri, yang selanjutnya dapat mempengaruhi keyakinan dirinya dalam berhubungan dengan dunia kenyataan.
Sebenarnya ego sulit untuk dijelaskan atau digambarkan. Ego individu sulit ditentukan karena ego bukanlah satu hal yang spesifik dan terdiri dari banyak keyakinan berbeda yang diperoleh seseorang atas hidupnya. Keyakinan itu bisa beragam dan bahkan kontradiktif. Selain itu, ego setiap orang berbeda.
“Memiliki ego” biasanya dikaitkan dengan arogansi dan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berpikir bahwa mereka lebih baik daripada yang lain. Namun ini hanya satu bagian dari ego. Seseorang mungkin memiliki beberapa ego yang positif dan beberapa ego negatif. Keyakinan negatif tentang diri seseorang akan membentuk ego negatif, sementara pikiran positif akan membentuk ego positif kita. Keyakinan negatif dan positif itu secara bersama membentuk ego.
Salah contoh yang berkaitan dengan ego adalah dalam permainan sepak bola . Pemain yang memiliki ego tinggi menciptakan kesenjangan dalam hubungan antar pemain. Ego tinggi membuat seorang pesepakbola mudah melukai orang lain. Orang yang suka melukai pun akan lebih mudah terluka. Menampilkan ego, apalagi secara demonstratif, akan memancing dan mengusik ego orang lain.
Ego mengobarkan semangat persaingan dan saling menjatuhkan. Ego melahirkan pesepak bola sombong terang-terangan maupun tersembunyi. Ego membuat orang berfokus secara defensif pada kebutuhan diri sendiri. Pemain sepak bola adalah watak kita di dunia nyata. Kebalikan dari egoisme adalah Tingkah Laku Altruistik.

Pengertian Egois, Egoisme, Egoistis dan Egosentris

Secara singkat pengertian istilah-istilah yang berkaitan dengan ego, sebagai berikut:
  • Egois adalah orang yang selalu mengutamakan atau menonjolkan kepentingan dirinya sendiri .
  • Egoisme adalah sikap (kelakuan) yang didasarkan atas dorongan kepentingan diri sendiri atau menganggap diri sendiri lebih penting daripada kepentingan orang lain.  Dalam filsafat, egoisme merupakan teori tentang segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri.
  • Egoistis (egoistik) adalah hal yang berkenaan dengan orang yang mementingkan diri sendiri.
  • Egosentris (egosentrik) adalah sifat  yang menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri).
Dalam pergaulan sosial, individu yang hanya fokus kepada kebutuhannya sendiri lambat laun akan diliputi perasaan sengsara, dan tanpa daya. Karena, sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup sendiri. Manusia memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Pengertian Ego, Egois, Egoisme, Egoistis dan Egosentris Pengertian Ego, Egois, Egoisme, Egoistis dan Egosentris Reviewed by JMG on January 01, 2019 Rating: 5

Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA

December 27, 2018

Karena ilmu kejiwaan seperti yg dipakai oleh Trump/Pres.AS saat pippres, mereka bicara  tanpa intelektual yg mereka miliki, namun bicara/berprilaku seperti hewan/binatang buas di hutan belantara. Dibawah ini adalah ilmu jiwa yg menghancurkan intelektual yg mereka miliki seperti kita.

 "HYPNOWRITING an CROC BRAIN"

(Haryoko R. Wirjosoetomo)

Ada hal menTVarik yang saya temukan dalam Expert Sharing tentang Literasi Digital di kantor Kementerian Kominfo beberapa waktu lalu, di mana saya menjadi salah satu pembicaranya.

Seluruh hadirin di ruang pertemuan tersebut adalah sarjana dari berbagai Universitas ternama di Indonesia.
Tentu saja mayoritas hadirin adalah Alumni Universitas Gadjah Mada, karena acara tersebut sebenarnya digagas hanya untuk anggota grup Kagama Virtual saja.

Jika pada akhirnya mengundang peserta dari luar grup, semata karena Kementerian Kominfo tertarik dengan materi yang akan kami sharingkan dan memutuskan untuk menanggung seluruh biaya pelaksanaannya.

Nah, apa yang menarik bagi saya?

Ternyata 100-orang lebih di ruangan tersebut, bahkan sesama Pembicara lain juga, tidak menyadari bahwa sebagian terbesar status-status atau meme-meme di media-sosial yang menimbulkan kontroversi memang di-desain secara khusus untuk memicu perdebatan, percekcokan, silang sengkarut orang ramai.

Targetnya menciptakan Segregasi Sosial berdasarkan kelompok; membangun dan mengentalkan sikap ingroup-outgroup dalam masyarakat.

Tujuan akhirnya?
Menciptakan Kelompok Pendukung politik yang fanatik, pemarah dan 'Kebal terhadap Data dan Fakta' yang disodorkan kepadanya.

Kok bisa? Bisa saja..., bisa sekali!
Dengan cara bagaimana?
Menggunakan teknik Hypnowriting!

Bagaimana saya bisa bicara demikian?
Karena saya mengetahui teknik tersebut, menguasainya dengan baik dan sudah lama menggunakannya untuk keperluan wawancara investigasi.

Pertanyaan berikutnya, "Siapa orang-orang yang menggunakan Teknik Hypnowriting di atas?"

Para Cyber-Army kedua kubu-politik yang bersaing, baik di kubu-Pemerintah maupun Oposisi!
Mereka (para Cyber Army), bisa relawan, bisa pula orang profesional, tentara-Cyber sewaan, Cyber-Mercenaries.

Apa yang disasar?
CROC BRAIN manusia, dimana Security/Insecurity Feeling berada.
Kedua jenis perasaan tersebut adalah Basic Instinct, Landasan Survival Spirit Manusia.

Cara menguliknya bagaimana?
Dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang disisipi Pesan Subliminal, yakni 'Pesan Tersembunyi'.

Pesan tersembunyi tersebut berupa Pesan yang tidak akan ditangkap oleh Neo-Cortex di mana pikiran Kritis dan Logika berada, namun langsung menusuk ke Croc Brain!

Contoh nyata,
Apa (yang jadi) target menggembar-gemborkan isu 10 juta naker-Cina masuk ke Indonesia?
Rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak-kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur.

Konsekuensinya?
Reaksi-Primitif pun akan langsung terpicu pada saat Croc Brain merasa terancam.

Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA.

Silahkan Anda berbusa-busa menyangking Data satu gerobak dari sumber-sumber yang kredibel..., percumaaa Saudara... Kenapa?

Karena, DATA, hanya bisa dicerna oleh otak modern, Neo Cortex, bukan oleh Croc Brain.

Jadi, terjawab sudah keheranan Anda soal kebal-data itu kan?

Lalu bagaimana menghadapinya?
Silahkan sajikan Data, ga masalah.
Hanya saja sejak sekarang, sebaiknya Anda mesti membangun kesadaran bahwa Data tersebut tidak untuk mereka yang kebal data!

Tapi untuk memelihara kewarasan orang lain yang masih mengedepankan Neo Cortex-nya untuk berpikir.

Itu target yang harus Anda bidik.

Cinere, 11 Juni 2018

Haryoko R. Wirjosoetomo

Tulisan ini pada awalnya saya buat khusus untuk kerabat Kagama Virtual.
Atas permintaan rekan-rekan grup tersebut, saya tulis di wall pribadi agar bisa di share kepada kerabat lain yang bukan alumni UGM.

Mulai ngerti kan kita kenapa orang-orang pinter bisa kena hal-hal yang gak masuk akal?!?!

Penulis (Haryoko R. Wirjosoetomo) adalah konsultan psikologi, banyak memuat tulisan sejenis, bisa browsing untuk menemukannya.

Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan KEWARASAN kita masing-masing.


Sekilas pengertian ISTILAH:  CROC BRAIN DAN HYPNOWRITING
===================================================
Kenapa oposisi yang notabene orang-orang berpendidikan (mulai Dosen, Dokter, Ilmuwan, Mahasiswa dan orang-orang terpelajar lainnya) banyak yang tersangkut dengan kasus hukum hanya karena hate speech (ujaran kebencian)? Apakah karena tidak bisa mengontrol emosi? Apakah karena sifa pembenci?
Padahal mereka adalah orang-orang yang seharusnya mengedepankan rasionalitas.
Sejujurnya saya agak terkejut ketika membaca aritikel dari Bpk. Haryoko R. Wirjosoetomo tentang Hypno Writing. Tentang Narasi Digital, tentang sebuah ilmu mengenai penulisan meme dan narasi di kelompok-kelompok yang cenderung radikal. Satu hal yang bisa ditarik kesimpulan adalah, Hypno Writing berdampak dan menimbulkan pola pikir primitif, barbar dan tidak mau menerima informasi yang faktual.
Oleh beliau disebut Croc Brain. Setelah saya googling, croc adalah singkatan dari crocodile yang artinya buaya dan brain artinya otak. Jadi, croc brain artinya artinya otak buaya. Wadhuuhh…. Ngeri, bukan?
Jika diamati dan dicermati, kita semua jadi maklum semaklum-maklumnya kenapa pendukung partai-partai oposisi yang disebut Kampret akan bersikeras menolak data dan Informasi yang kredibel. Mereka akan menutup diri dengan informasi-informasi yang lebih relevan. “Pokok e sampeyan salah, aku yang bener.” Itu fakta yang terjadi, bukan ?
Ketika Jokowi diisukan PKI, apa yang ada di pikiran mereka? PKI adalah kejam. PKI pernah makar. PKI memusuhi ulama.
Setelah isu PKI, lalu muncul Jokowi tidak Pro Islam, mengkriminalisasi ulama, apa eksesnya? Ruang isi kepala mereka semakin dibutakan oleh fakta bahwa Jokowi sudah puluhan kali berkunjung ke pesantren-pesantren, Jokowi bahkan memikirkan agar dari pesantren muncul santri-santri yang berkwalitas dalam berusaha dan berbisnis.
Yang paling fatal dikatakan adalah bahwa “Rezim Jokowi telah mendatangkan pekerja ilegal dari China”. Maka para pendukung mereka akan gelap mata dan dalam  alam bawah sadar mereka akan berpikir ringkas: Celaka! Lapangan kerja sudah direbut oleh China. Celaka! China telah menguasai ruang-ruang yang saya butuhkan. Lalu aku mau kerja apa? Ini yang membuat mereka semakin kalap.
Apakah narasi digital yang membuat banyak orang menjadi primitif dikerjakan oleh orang sembarangan? Ya, jelas tidak, Dul. Mereka mempunyai team ahli. Mereka mempunyai tenaga ahli di bidangnya agar kemenangan yang 48% di Pilpres 2014 menjadi modal.
Jika ustadz Tengku, akun Gerindra serta PKS membuat hiruk pikuk termasuk #GantiAnu, sejatinya mereka selalu dan selalu menghipnotis para pendukungnya agar semakin terlelap, semakin bisa diengkuk-engkuk  untuk dijadikan perkedel. Jika ke depan, apalagi tahun politik, polisi semakin sibuk menangkapi orang-orang yang menghina presiden, tentu ini sejatinya kontra produktif. Kasihan Pak Polisi. Namun, bagaimana lagi? Mau dibiarkan? Ya, rusak negeri ini.
Itulah cara-cara primitif dan bar-bar. Kasihan para pendukung oposisi, bukan?
Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA Reviewed by JMG on December 27, 2018 Rating: 5

Kebebasan, Demokrasi, dan Kesejahteraan Masyarakat

December 07, 2018

Logo: Forum Libertarian Yogyakarta
Bahan bacaan untuk Diskusi Forum Libertarian Yogyakarta: “Manifesto Kebebasan, Penguatan Demokrasi & Kesejahteraan Masyarakat”
Kebebasan mungkin konsep yang kerap disikapi secara mendua di banyak masyarakat, termasuk di Indonesia. Di satu sisi, kita memiliki begitu banyak bukti—bukan sekadar catatan hasil renungan filosofis atau kajian teoretik—tentang pengorbanan jutaan manusia untuk meraih kebebasan. Atau, secara lebih akurat, merebut kembali kebebasannya yang dirampas oleh pihak lain. Di sisi lain, begitu mudah kita menemukan—dalam berita atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari—adanya pihak-pihak, individu maupun kelompok yang merenggut kebebasan pihak lain dengan segala alasan.
Kebebasan—atau “kemerdekaan” dalam kata bahasa Indonesia yang minimal kita sebut sekali dalam setahun dalam peringatan Proklamasi Kemerdekaan—adalah konsep yang menggambarkan, baik nilai (value) maupun situasi dalam kehidupan manusia. Kebebasan adalah “nilai” karena bersifat naluriah dalam diri setiap manusia. Sifat naluriah kebebasan membuat siapa pun manusia bisa terusik ketika ada pihak lain—individu atau kelompok—bermaksud merenggut kebebasannya secara sewenang-wenang.
Kebebasan adalah sebuah “situasi”. Karena tidak serta-merta terwujud hanya karena seseorang “berpikir bebas” atau “berjiwa bebas.” Sebagai situasi, kebebasan terwujud dalam relasi interpersonal dan sosial yang bersifat sukarela. Setiap orang leluasa merealisasikan hak-nya tanpa ancaman agresipihak lain, apakah individu maupun kelompok.
Tulisan ini menawarkan sebuah perspektif filsafat politik bernama libertarianisme. Filsafat yang meyakini kebebasan sebagai prakondisi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
Secara khusus, pembahasan akan lebih difokuskan pada hubungan antara kebebasan dan demokrasi. Juga, antara kebebasan dan kesejahteraan masyarakat. Ini akan memperlihatkan bahwa peningkatan kebebasan akan berdampak positif, baik terhadap peningkatan kualitas demokrasi maupun kesejahteraan masyarakat, vice versa.

Kebebasan, Hak, dan Kepemilikan

Jika kebebasan adalah situasi di mana seseorang bebas dari agresi dalam merealisasikan haknya, maka apa sebetulnya yang dimaksud sebagai hak? Disadari atau tidak, antipati terhadap kebebasan, salah satunya, terkait dengan kerancuan dalam memahami konsep hak, termasuk atas dasar apa suatu hak direalisasikan.
Hak, secara sederhana, adalah klaim atas sesuatu yang didasarkan argumentasi moral yang sah. Argumentasi moral ini tidak boleh dirancukan dengan argumentasi berdasarkan pengaturan hukum. Karena justru sah atau tidaknya suatu pengaturan hukum—dalam bentuk kontrak atau peraturan pemerintah—ditentukan oleh kekuatan argumentasi moral yang melandasi perumusannya.
Sangat mungkin terjadi, dan memang sering terjadi, suatu kontrak atau undang undang justru mengabaikan hak seseorang dan karenanya layak digugat. Genosida oleh Nazi pada komunitas Yahudi Jerman, misalnya, dilakukan berdasarkan pengaturan undang-undang. Dan, kita tahu, pengaturan semacam itu cacat secara moral.
Lantas bagaimana kita mengetahui bahwa suatu hak didasarkan pada argumentasi moral yang sah? Apakah saya, sebagai contoh, telah menyediakan argumen yang sah ketika menyatakan berhak atas sebuah rumah atas dasar saya membutuhkan rumah itu untuk tempat tinggal? Ataukah klaim saya itu sah hanya jika saya memiliki rumah tersebut?
Libertarianisme, secara konsisten, berpijak pada argumen kepemilikan (ownership). Ini sebagai dasar hak (what each person gets, he gets from others who give it to him in exchange for something, or as a gift). Dengan begitu, menentang sosialisme yang mendasarkan hak pada kebutuhan (from each according to his ability; to each according to his need).
Dalam libertarianisme, kepemilikan yang mendasari hak seseorang terbagi ke dalam dua kategori. Ada “kepemilikan atas diri” (self ownership) dan “kepemilikan atas properti” (property ownership). Kedua kategori ini masing-masing mendasari dua jenis gugus hak. Yakni, hak atas kepemilikan diri (right of self ownership) dan hak atas kepemilikan properti (right of property ownership). Dan kebebasan setiap orang dalam merealisasikan kedua gugus hak tersebut merupakan prakondisi yang niscaya dibutuhkan. Semua dalam rangka peningkatan kualitas demokrasi dan kesejahteraan masyarakat.
  • Hak atas Kepemilikan Diri
Hak atas kepemilikan diri adalah hak yang melekat pada kepemilikan seseorang atas tubuhnya sendiri dengan segala unsur kehidupannya. Seketika seorang manusia terlahir ke dunia, maka organ-organ tubuh—dengan segenap pikiran, perasaan, kehendak, roh, nyawa, atau apa pun sebutannya—menjadi bagian yang melekat pada ke-dirian-nya.
Terlepas apakah kelahiran itu dipandang sebagai kehendak ilahiah atau karunia alam, itu bergantung pada apa yang Anda percayai. Satu hal yang bisa dipastikan bersama ialah kehidupan tersebut bukan milik manusia lain. Apakah secara individual atau kolektif, yang kemudian diberikan kepada si individu yang baru terlahir tersebut.
Dengan demikian, kedirian setiap individu yang terlahir ke dunia adalah miliknya sendiri, bukan milik individu lain. Terlepas apakah individu itu adalah seorang nabi, ulama, raja, atau orangtua biologisnya. Bukan pula milik komunitas sosial sekitar seperti keluarga, suku, etnis, umat, masyarakat, bangsa. Bukan pula milik komunitas politik seperti negara apa pun bentuknya.
Konsep right of self ownership ini menjadi basis filosofis bagi apa yang dalam nomenklatur Hak Asasi Manusia (HAM) dikenal sebagai hak-hak sipil dan politik. Hak atas kehidupan, hak untuk tidak disiksa, diperbudak, pikiran, hati nurani, dan agama, berpendapat, berekspresi, berserikat, kehidupan pribadi, dan lain sebagainya.
Kebebasan dalam kerangka self ownership, dengan demikian, adalah situasi di mana setiap individudiakui kepemilikannya atas dirinya-sendiri dengan segala hak yang melekat padanya. Karena klaim kepemilikan diri ini berlaku bagi setiap orang. Dengan sendirinya, setiap orang tidak diperkenankanmengklaim hak atas wilayah kepemilikan diri orang lain.
Ketika seorang individu menerobos wilayah kedirian milik individu lain, maka individu tersebut melakukan pelanggaran kebebasan atau agresi. Misalnya, melarang orang lain menyampaikan pendapat. Membuat orang lain kesulitan beribadah menurut ajaran agama yang ia percayai. Atau memaksa orang lain untuk meyakini atau menjalankan agama yang bertentangan dengan hati nuraninya. Dari sini, kebebasan sebagai pengakuan atas self ownership mengandaikan pula berlakunya sebuah prinsip non-agresi dalam relasi antarindividu.
Sebagaimana akan dibahas di bawah, kebebasan sipil dan kebebasan politik berbasis kepemilikan diri ini adalah fondasi. Ini diperlukan bagi pengembangan sistem hukum untuk meningkatkan kualitas demokrasi sebagai sistem politik berbasis kedaulatan warga.
  • Hak atas Kepemilikan Properti
Properti adalah istilah untuk entitas-entitas eksternal individu. Berbeda dari kepemilikan diri yang melekat bersama kelahiran seorang individu, kepemilikan properti melibatkan proses akuisisi awal dan transfer berdasarkan prinsip non-agresi.
Akuisisi awal adalah proses kepemilikan properti dalam bentuk pengerahan tenaga dan sumber daya lain oleh seseorang atas suatu properti yang tidak dimiliki oleh siapa pun, yang secara otomatis tidak bersifat agresi. Adapun transfer adalah proses kepemilikan properti melalui pengalihan klaim kepemilikan atas suatu properti antar-individu. Berlaku secara sukarela, non-agresi, baik dalam bentuk pemberian (warisan, sumbangan, hadiah)  atau pertukaran kepemilikan (barter atau perdagangan).
Saya, sebagai contoh, sah dari perspektif moral libertarian, memiliki sebidang tanah yang saya terima. Entah itu sebagai warisan dari orangtua saya, yang juga mendapatkan tanah tersebut sebagai warisan dari orangtuanya, dan seterusnya.
Namun, keabsahan kepemilikan saya atas sebidang tanah tersebut bisa gugur. Itu jika ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa orangtua dari orangtua saya ternyata mendapatkan tanah tersebut dengan merampasnya dari orang lain, yang memiliki tanah tersebut dengan cara yang sah. Misalnya, dengan menukarkan properti yang ia miliki dengan tanah yang dimiliki orang lain dari proses akuisisi awal.
Contoh lain, asumsikan saya adalah seorang pengusaha yang berkepentingan untuk mengeksplorasi sumber daya alam di kawasan yang dihuni oleh suatu kelompok etnis. Kecuali saya bisa membuktikan bahwa kelompok etnis menghuni kawasan tersebut secara tidak sah. Misalnya, merebut dari kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu menghuni kawasan tersebut. Saya harus memperlakukan mereka sebagai pemilik sah atas kawasan tersebut.
Artinya, saya berhak melakukan eksplorasi hanya jika saya mendapatkan izin eksplorasi dari kelompok etnis tersebut. Atau mereka setuju untuk menjual tanah di kawasan eksplorasi kepada saya untuk harga yang disepakati secara sukarela oleh saya dan mereka.
Sesuai dengan prinsip non-agresi, saya tidak sah mengeksplorasi tanpa izin dari kelompok etnis tersebut. Juga jika saya mengklaim kepemilikan atas kawasan itu melalui kekerasan dengan cara. Misalnya, menggunakan jasa gerombolan preman untuk mengusir mereka. Atau mengintimidasi mereka agar menjual kepada saya kawasan yang saya inginkan dengan harga yang murah. Atau melobi pemerintah untuk menerbitkan izin eksplorasi kepada saya tanpa persetujuan kelompok etnis penghuni lahan.
Hak atas kepemilikan properti adalah elemen penting dalam kebebasan ekonomi. Ini memungkinkan terjadinya pertukaran properti di antara para pemilik dalam kompleksitas proses pasar yang sukarela dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang. Sebagaimana akan dibahas di bawah, kebebasan ekonomi menjadi faktor yang sangat menentukan kemampuan individu-individu dalam masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraannya.

Kebebasan Sipil, Kebebasan Politik, dan Demokrasi

Secara generik, demokrasi merupakan sebuah sistem pemerintahan warga (people governance) yang mengasumsikan warga sebagai pemilik kedaulatan.
Secara sepintas, gambaran demokrasi seperti ini akan membuat orang cenderung mengasosiasikan demokrasi dengan tersedianya jaminan kebebasan. Asosiasi ini tidak sepenuhnya keliru. Meskipun kita harus sangat berhati-hati dalam memaknai konsep “kebebasan” yang (diasumsikan) terjamin dalam demokrasi tersebut.
Kebebasan, Demokrasi, dan Kesejahteraan MasyarakatAre you a libertarian? (Cato Institute)
David Boaz mengingatkan dalam The Libertarian Mind, demokrasi yang kita terima sebagai sistem politik warisan dari masyarakat Athena, secara intrinsik, memang mengandung nilai kebebasan. Namun, dalam cakupan yang sangat terbatas dibandingkan dari konsep kebebasan yang berkembang dalam era modern.
Merujuk pada Benjamin Constant dalam The Liberty of the Ancients Compared with That of the Moderns, Boaz menulis bahwa kebebasan dalam pemikiran Yunani memiliki arti yang terbatas. Terbatas pada “hak berpartisipasi dalam kehidupan publik, dalam pembuatan keputusan-keputusan untuk keseluruhan komunitas”.
Dalam pengertian kebebasan yang terbatas ini, Athena, sebuah demokrasi, adalah sebuah negeri yang bebas. Karena seluruh warganya—semua laki-laki dewasa yang merdeka—berhak untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan. Dan dalam pengertian ini juga, Socrates adalah orang yang bebas. Karena ia dilibatkan dalam pengambilan keputusan kolektif yang memberikannya vonis mati karena pendapatnya yang dianggap menyimpang.
Sementara konsep kebebasan modern berkembang dengan penekanan pada individu sebagai subjek hak apa pun ras, gender, etnis, atau keyakinannya, demokrasi an sich. Bahkan dengan sistem pemilihan multipartai sekalipun, tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjamin perlindungan kebebasan dalam konsepsi modern.
Kenyataannya, sebagaimana terjadi di banyak negara yang secara nominal adalah demokrasi, kebebasan sipil dan kebebasan politik sering dilanggar atas nama “ketertiban umum”. Sebagaimana kebebasan ekonomi direstriksi atas nama “keadilan sosial.” Dan yang terburuk, banyak diktator—termasuk Hitler—meraih kekuasaan setelah memenangkan pemilihan demokratis.
Dengan membuka ruang bagi individu warga untuk memilih (atau tidak memilih) terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik yang mungkin saja ia anggap penting (atau tidak penting), demokrasi, tentu saja, memiliki nilainya sendiri dalam kerangka kebebasan. Prosedur elektoral demokrasi juga menyediakan proses suksesi kekuasaan yang lebih menjamin perdamaian dibandingkan sistem politik lain.
Namun, menurut libertarian, hak untuk berpartisipasi dalam politik yang secara intrinsik menjadi valuekebebasan dalam demokrasi harus ditempatkan dalam suatu perspektif kebebasan individu yang komprehensif dalam kehidupan sipil dan ekonomi. Tanpa perspektif kebebasan yang komprehensif, demokrasi hanyalah sebuah kolektivisme mayoritarian. Ia cenderung merampas kebebasan individu sebagai satuan minoritas terkecil dalam masyarakat manusia.
Bagi libertarian, isu fundamental dalam politik adalah hubungan antara individu-individu warga dan negara. Berpijak pada pandangan tentang:
  1. Individu sebagai satuan analisis sosial karena posisinya sebagai satu-satunya agen moral yang membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab atas akibat dari keputusan-keputusannya. Karenanya, menjadi pemegang hak yang berdaulat atas diri yang ia miliki sejak lahir dan atas properti yang ia peroleh secara non-agresi.
  2. Keteraturan spontan yang tercipta dari koordinasi sukarela antara individu-individu dalam rangka pemenuhan kebutuhan mereka masing-masing.
  3. Kebutuhan akan perlindungan hak-hak individu-individu dari kemungkinan agresi yang merusak sifat sukarela dalam koordinasi antara individu-individu. Libertarian memandang penting keberadaan norma hukum yang melindungi hak-hak individu. Sebuah asosiasi individu-individu berdaulat fungsinya terbatas hanya untuk menegakkan hukum yang melindungi hak-hak individu.
Berbeda dari kaum anarkis, libertarian memandang penting eksistensi negara sebagai penegak hukum. Namun, sebagaimana kaum anarkis, libertarian sangat berhati-hati dengan pemusatan kekuasaan yang cenderung korup. Sehingga keberadaan negara itu sendiri harus tunduk di bawah aturan hukum yang melindungi hak-hak individu warga dengan kewenangan intervensi yang terbatas terhadap kehidupan publik.
Dikenal dengan istilah minimal state, atau limited government, fungsi sebuah negara terbatas hanya untuk melindungi hak-hak warga negara dari agresi oleh negara lain (militer). Melindungi hak-hak warga negara dari agresi oleh sesama warga individual maupun kolektif (polisi). Memberikan kepastian hukum dalam sengketa hak-hak warga negara (pengadilan).
Keberatan mendasar libertarian dalam praktik demokrasi sekarang—yang ditemukan, baik di negara berkembang maupun negara maju—adalah kecenderungan untuk mengintervensi nyaris segala urusan. Ini sebetulnya bisa diselesaikan oleh individu sendiri atau. Jika tidak mungkin, melalui kerja sama antarindividu secara sukarela. Intervensi yang luas ini bukan hanya membahayakan kebebasan sipil dan kebebasan politik, tetapi juga kebebasan ekonomi. Karena tingginya ongkos demokrasi yang harus ditanggung warga pembayar pajak untuk membiayai prosedur politik dan fungsi-fungsi pemerintahan.
Demokrasi, dalam kerangka libertarian, harus dirancang sedemikian rupa. Sehingga tetap memberikan ruang bagi individu-individu untuk membuat keputusan-keputusan terbaik untuk hidup mereka secara otonom (kebebasan sipil dan politik) dan juga rendah biaya. Sehingga tidak membebani produktivitas warga yang akan mengurangi kemampuan warga untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Implikasinya adalah sebuah negara hukum demokratis dengan desentralisasi kewenangan secara radikal yang bukan saja menyediakan perlindungan hukum bagi hak-hak warga. Tetapi, juga memberi ruang otonomi yang luas bagi individu-individu, secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama, untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan-keputusan politik yang berdampak pada kebebasannya dalam kehidupan sipil maupun ekonomi.

Kebebasan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Hubungan antara kebebasan dan kesejahteraan masyarakat kerap diremehkan atau malah tak dianggap sama sekali, terutama di negara-negara yang kuat dipengaruhi oleh Sosialisme. Kebebasan, dalam hal ini kebebasan ekonomi dalam bentuk perlindungan atas property right dan pasar bebas, lebih sering dilihat sebagai bentuk keserakahan yang memperparah kemiskinan ketimbang mengentaskannya. Atau sebagai persaingan brutal yang menggilas usahawan kecil ketimbang sebagai kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan pertukaran properti berdasarkan nilai yang disepakati secara sukarela dalam memenuhi kebutuhan masing-masing pelaku pasar.
Kebebasan, Demokrasi, dan Kesejahteraan Masyarakat
Socially tolerant & fiscally responsible (The Libertarian Vindicator)
Godaan, atau bahkan tekanan, supaya pemerintah membatasi kepemilikan properti, mengintervensi harga pasar. Menyalurkan subsidi barang atau jasa. Bahkan terlibat dalam penyediaan barang dan jasa kebutuhan masyarakat dan sistem jaminan sosial komprehensif tidak pernah surut. Itu terjadi bukan saja di negara-negara demokrasi berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara-negara demokrasi maju dengan jaminan perlindungan kebebasan sipil dan politik yang kuat seperti Amerika Serikat.
Libertarian sebaliknya berpandangan bahwa perlindungan atas property right dan sistem pertukaran sukarela. Pasar bebas, akan mendorong bukan hanya kesejahteraan individu, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Apakah ini berarti libertarian menolak sama sekali peran pemerintah dalam perekonomian?
Jelas tidak. Pemerintah memainkan peran yang sangat penting: melindungi hak kepemilikan dan kebebasan pertukaran sehingga harga pasar bisa meningkatkan koordinasi rencana-rencana individual. “Bila pemerintah melampaui peran ini,” kata Boaz, “dengan mencoba memasok barang atau jasa tertentu atau mendorong hasil tertentu, pemerintah bukan hanya tak membantu proses koordinasi, tetapi mendorong kebalikannya—mendiskoordinasinya.”
Salah satu alasan utama kenapa sosialisme gagal meningkatkan kesejahteraan masyarakat ialah tidak adanya milik pribadi. Sehingga tidak ada pemilik yang bisa melakukan pertukaran properti di pasar. Di sinilah tampak pentingnya jaminan kepemilikan oleh swasta. Bahwa masyarakat itu sendiri sebagai faktor kemakmuran yang dihasilkan melalui pertukaran bebas. Ketika orang, secara individual atau bersama-sama, mendapat perlindungan atas hak properti—apakah itu tanah, bangunan, peralatan, atau apa pun—mereka bisa menggunakan properti itu secara maksimal sesuai tujuan-tujuan kesejahteraan yang mereka pilih sendiri.
Adalah menarik untuk dilihat bahwa kemiskinan yang dialami masyarakat-masyarakat yang wilayahnya kaya sumber daya alam kerap ditemukan di negara-negara di mana perlindungan atas properti sangat kurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Di negara-negara seperti ini, pemerintah—atas nama hajat hidup orang banyak—menguasai dan memiliki kewenangan untuk mempertukarkan kawasan tersebut tanpa persetujuan masyarakat yang secara moral sah memilikinya.
Selain itu, kepemilikan swasta juga lebih terjaga nilainya ketimbang kepemilikan pemerintah. Pemilik swasta cenderung lebih memperhatikan properti mereka. Karena mereka akan menuai keuntungan dari kenaikan nilainya, atau sebaliknya.
Kenaikan nilai ini sulit ditemukan dalam kasus properti publik yang mana tidak ada seorang pun yang merasa menderita kerugian jika nilainya menurun. Situasi ini juga menjelaskan kenapa perawatan pada fasilitas-fasilitas swasta jauh lebih baik daripada fasilitas-fasilitas pemerintah.
Nilai ekonomi suatu aset mencerminkan pendapatan yang akan dihasilkan dari aset itu di masa depan. Dengan demikian, pemilik swasta, yang memiliki hak atas pendapatan tersebut, memiliki insentif untuk selalu menjaga aset tersebut.

Ketika tanah langka dan dimiliki secara pribadi, pemilik akan berusaha untuk mengambil nilai dari sekarang. Juga untuk memastikan bahwa mereka akan dapat terus menerima nilai dari aset itu di masa depan. Itu mengapa perusahaan-perusahaan kayu yang memiliki sendiri tanah mereka—jangan dirancukan dengan izin konsesi pemerintah—tidak memotong semua pohon, tetapi malah menanam lebih banyak lagi pohon untuk menggantikan pohon-pohon yang ditebang.
Mungkin mereka peduli terhadap lingkungan, tapi pendapatan masa depan dari properti mungkin adalah insentif yang lebih kuat. “Di negara-negara sosialis Eropa Timur,” kata Boaz, “di mana pemerintah mengendalikan semua harta benda, yang berarti tidak ada pemilik sungguhan yang mengkhawatirkan nilai masa depan dari properti, polusi, dan kehancuran lingkungan terjadi lebih buruk daripada di Barat.”
Fakta bahwa manusia menghasilkan lebih banyak melalui kerja sama daripada kerja individual adalah alasan kenapa pasar tercipta. Jika kerja sama tidak lebih produktif daripada kerja individual, maka setiap individu bukan saja akan terisolasi dan atomistik, tapi juga “akan dipaksa melihat semua orang sebagai musuh,” kata Ludwig von Mises.
Tanpa kemungkinan saling menguntungkan dari kerja sama, bukan hanya pasar yang tidak akan muncul, tetapi juga simpati dan persahabatan di antara individu-individu. Karena itu, menurut libertarian, selain jaminan atas kepemilikan properti, pemerintah harus memastikan tidak terlibat dalam proses pasar. Sebab itu akan menghambat terjadinya penyediaan barang dan jasa secara efisien untuk sebanyak mungkin orang.
Bukan hal yang sulit untuk dibayangkan bahwa setiap anggota dari sebuah keluarga saling mencintai dan mengetahui secara baik kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Setiap anggota keluarga tahu apa yang seharusnya dikontribusikan dan diterima oleh masing-masing demi kesejahteraan bersama.
Di luar keluarga, adalah hal yang sangat baik jika kita berwelas asih terhadap orang lain. Masalahnya adalah kita tidak akan pernah mencintai semua orang di masyarakat seperti kita mencintai anggota keluarga kita. Atau mengenal kemampuan dan kebutuhan mereka sedalam pengetahuan kita tentang anggota keluarga sendiri. Sehingga membayangkan apa yang seharusnya dikontribusikan dan diterima oleh masing-masing dalam sebuah sistem sosial yang luas dan kompleks menjadi hal yang tak masuk akal.
Dalam suatu ekonomi yang lebih kompleks dari sebuah keluarga inti, sulit untuk mengetahui apa yang dibutuhkan dan bagaimana kebutuhan itu dipenuhi, oleh siapa dan dengan biaya berapa. Sistem harga pasar menyampaikan informasi ini sebagai agregat dari pilihan bebas dari jutaan produsen, konsumen, dan pemilik sumber daya yang mungkin tak pernah saling bertemu dan berkoordinasi dalam rangka distribusi barang dan jasa. Pengendalian harga merusak akurasi informasi harga. Mendiskoordinasi distribusi barang dan jasa, yang berakibat terganggunya pasokan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Tentu saja, pasar bebas tak selalu menguntungkan setiap orang untuk setiap saat karena sifatnya yang kompetitif dan spontanitas keteraturannya yang tak pilih kasih. Sama seperti eksportir yang beruntung ketika nilai mata uang domestik lebih rendah dibandingkan nilai mata uang asing yang menjadi alat pembayaran, namun mengalami kerugian ketika nilai mata uang domestik lebih tinggi (berkebalikan dari kasus importir). Sebagian orang mengalami periode keuntungan ketika proses penyediaan barang dan jasa berpihak pada keterampilannya, namun merugi ketika keterampilannya tidak dibutuhkan lagi.
Bagaimanapun, ada orang-orang yang memasuki kompetisi usaha dan kerja dengan mental hanya siap untung dan menuntut pasar yang tidak kompetitif. Di negara-negara di mana negara berwenang secara legal untuk mengintervensi pasar, orang-orang yang hanya siap untung ini akan melobi pejabat di parlemen dan eksekutif—dan jika perlu memobilisasi massa—untuk menciptakan regulasi yang mempersulit kemunculan pelaku usaha baru atau mematikan kemajuan bisnis pesaing kuatnya.
Siapa yang paling dirugikan oleh kewenangan intervensionis negara ini? Orang-orang yang akan memulai bisnis. Pelaku usaha menengah, kecil dan mikro. Importir yang tidak memiliki akses terhadap kuota impor. Pencari kerja yang kehilangan peluang mendapatkan pekerjaan. Konsumen yang dihambat pasokan barang dan jasa kebutuhannya.
Sepanjang sejarah manusia, tak terhitung jumlah barang atau jasa yang tidak lagi diproduksi karena tuntutan perkembangan kebutuhan manusia membuatnya menjadi tidak relevan. Bersama proses ini, tak terhitung jumlah usahawan yang bangkrut. Karena proses produksi terhenti dan jumlah orang yang kehilangan mata pencaharian seiring keterampilan mereka yang usang.
Namun, kebutuhan baru juga menuntut pemenuhan baru. Hal ini berarti tercipta pula kesempatan usaha baru, keterampilan baru, dan profesi baru bagi mereka yang selalu meningkatkan kompetensi dan daya adaptasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Inilah creative destruction: jumlah jenis usaha dan lapangan kerja baru yang tercipta lebih banyak daripada jumlah yang hilang.
Meski demikian, penghancuran kreatif seperti ini tidak akan berjalan dengan baik dalam kerangka “negara besar” yang mengurusi nyaris segala hal. Mulai dari dengan siapa seseorang harus menikah. Helm apa yang harus digunakan pemotor. Berapa masjid, gereja, dan rumah ibadah lain yang harusdibangun. Barang atau jasa apa yang harus disubsidi.
Ke mana pasokan barang harus dialirkan. Lahan mana yang harus dikosongkan untuk pembangunan infrastruktur. Berapa jumlah hunian yang harus disiapkan untuk relokasi dengan segala fasilitas pendukungnya. Hingga standar jenis obat dan ruang kamar rumah sakit yang harus digunakan oleh pasien peserta sistem jaminan sosial. Seluruhnya berimplikasi pada tingginya biaya proses politik dan pelayanan birokrasi.
Sejak disadari bahwa negara tidak pernah betul-betul memiliki uang, maka keseluruhan ongkos tersebut menjadi beban pajak yang dibayar warga negara. Beban pajak ini mengurangi kemampuan warga negara untuk mengalokasikan dana yang ia miliki untuk menabung, meningkatkan kompetensi sesuai bakat dan minatnya, membuka bisnis, membeli aset produktif atau membelanjakannya ke barang-barang yang sesuai dengan tujuan-tujuan kesejahteraannya.

Referensi

  • David Boaz, The Libertarian Mind: A Manifesto for Freedom (Simon and Schuster, 2015)
  • Murray N. Rothbard, For A New Liberty: The Libertarian Manifesto (Ludwig von Mises Institute, 2006)
  • Stefan Melnik, Freedom, Prosperity, and the Struggle for Democracy (liberal Verlag GmBH, 2004)
https://nalarpolitik.com/kebebasan-demokrasi-dan-kesejahteraan-masyarakat/
Kebebasan, Demokrasi, dan Kesejahteraan Masyarakat Kebebasan, Demokrasi, dan Kesejahteraan Masyarakat Reviewed by JMG on December 07, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.